Kamis, 10 Mei 2012

Bangkit dari Kubur


“Dan ketika Ibrahim berkata ‘Ya Allah perlihatkanlah padaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati?’ Allah berfirman ‘Apakah kamu tidak percaya?’ Ibrahim menjawab ‘Bahkan akan tetapi agar hatiku tetapi agar tenang hatiku..’.” . Dalam Islam yg termasuk dalam perkara akidah adl mempercayai hari kebangkitan atau mungkin lbh dikenal dgn judgment day alias hari pembalasan. Allah akan membangkitkan tulang-tulang manusia yg berserakan di dalam perut bumi kembali menjadi tubuh yg utuh berselimut daging dan terbungkus kulit utk mempertanggungjawabkan amal perbuatannya di dunia. I?tiqad atau kepercayaan ini berlandaskan pada beberapa ayat dalam Alquran yg menjelaskan kuasa Allah dalam menghidupkan dan mematikan makhluq-makhluq-Nya. Di antaranya kisah penyembelihan sapi betina dalam surah Al-Baqarah yg nantinya sebagai media utk membangkitkan seorang Yahudi yg dibunuh tanpa diketahui pelakunya juga kisah seorang musafir yg masuk pada satu desa yg sudah musnah lalu Allah mengembalikan desa itu seperti sedia kala begitu pula kisah Nabi Ibrahim as yg tersebut di atas. Sebagai seorang muslim yg sudah menyatakan percaya kepada enam rukun iman yaitu percaya pada keberadaan Allah malaikat kitab-kitab suci para nabi dan rasul-Nya taqdir dan juga hari akhir maka tentu saja ia harus mempercayai kebangkitan manusia pada hari akhir tersebut. Kalau kemudian kalangan materialis dan atheis mengingkari hari akhir tidak lain dan tidak bukan krn hari itu belum terjadi. Namun ketika Alquran menyebutkan peristiwa-peristiwa pembangkitan yg terjadi sebelum hari akhir maka hati dan pikiran yg jernih akan mengakui kekuasaan Allah dalam membangkitkan yg mati dan juga mengakui keberadaan hari akhir yg diberitakan oleh Rasulullah saw. Tak bisa dipungkiri kalau kemudian umat Islam yg meskipun jumlahnya lbh dari satu milyar ternyata kebanyakan dari mereka terkungkung pada pemikiran ala atheis dan materialis yg menyangka bahwa manusia hanya hidup sekali dan mati sekali. Meskipun dari mulut-mulut mereka mengakui keberadaan hari akhir yg merupakan salah satu rukun iman yg harus diyakini namun sayangnya perilaku mereka mengindikasikan bahwa mereka tidak pernah memikirkan apa yg mestinya hendak mereka siapkan utk hari kebangkitan mereka kembali. Suatu ketika Rasulullah saw ditanya “Kapan hari kiamat?” Rasulullah aw menjawab “Apa yg kamu persiapkan untuknya?” Alih-alih menjawab bahwa jawaban dari pertanyaan tersebut hanya pada Sang Pencipta hari kiamat Rasulullah saw malah mengingatkan si penanya dgn pertanyaan balik tentang apa yg harus disiapkan utk menyambut hari itu. Kembali kepada kisah Nabi Ibrahim as ketika beliau meminta Allah Ta?ala utk menunjukkan kepadanya bagaimana cara Allah menghidupkan makhluk yg sudah mati. Lalu kelanjutan dari ayat di atas adl perintah Allah kepada Nabi Ibrahim utk mencari empat ekor burung dan mencincangnya menjadi beberapa potong lalu potongan-potongan tubuh burung tadi diletakkan pada beberapa bukit yg berbeda-beda lalu Allah memerintahkan beliau utk memanggil empat burung tadi dan dgn ajaib empat burung tadi terbang dari bukit-bukit itu menuju Nabi Ibrahim dalam keadaan hidup. Begitu mudahnya Allah menghidupkan yg mati lalu apa yg hendak kita siapkan jika kita dihidupkan lagi dari kematian seperti burung-burung itu? Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar